Best Practices
Dibawah ini adalah contoh-contoh dari upaya dan rintisan individu maupun kelompok dalam mewujudkan kota lestari. Contoh-contoh dibawah dipilih karena dianggap cukup mewakili penataan ruang dan kota lestari, serta partisipasi masyarakat dalam arti keseluruhan.
Bang Idin:
Adalah seorang pelopor penghijauan dan konservasi Kali Pesanggrahan sejak tahun 1989. Bersama 17 petani yang diajaknya, membentuk Kelompok Bambu Kuning, dan telah memperbaiki bantaran Kali Pesanggrahan sepanjang 165km dengan 60.000 pohon dan tanaman.
Slogannya adalah: Alam ini bukan warisan nenek moyang tetapi titipan cucu kita.
Peta Hijau Desa Borobudur:
Jaringan Peta Hijau bersama dusun-dusun di sekitar Candi Borobudur, memetakan 360 potensi lokal di bidang ekonomi, sosial, dan budaya yang tersebar di kawasan Candi Borobudur. Pembuatan peta hijau tersebut dimaksudkan untuk memaparkan Candi Borobudur sebagai sebuah ruang terbuka besar dengan segenap potensi negatif dan positif yang ada di dalamnya.
Paguyuban Warga Stren Kali Surabaya:
Melawan ‘cap buruk’ yang selama ini ditujukan kepada mereka. Pada tahun 2002, berbekal semangat gotong royong dan kekuatan kebersamaan, warga mulai mengorganisasikan kampungnya, memperbaiki kualitas lingkungan kampungnya, melalui kearifan mereka sendiri, dan mengkampanyekannya ke media lokal dan nasional bahwa PWSKS adalah warga Kota yang baik dan peduli.
Ecotourism di Rawajati:
Kelompok PKK dari Kampung Rawajati, Jakarta memulai inisiatif penghijauan sejak tahun 2001. Lima tahun kemudian, Kampung Rawajati menjadi kampung tujuan wisata hijau di Jakarta, dan menghasilkan produk herbal jamu, bibit tanaman dan produk daur ulang plastik.
Semua itu dimulai dari langkah sederhana dan inisiatif untuk menata lingkungan menjadi lebih baik.
Salam,
Bila dilihat dari best practices diatas, yang terbayang oleh saya adalah membuat artikel dari salah satu bagian kota yang sudah ada/berjalan bukan ide baru (proposal), karena semuanya best practices diatas berasal dari inisiatif warga sekitar.
Apakah ada gambaran proposal yang lebih detail?
Terima Kasih
Pak Adhi,
sayembara yang sedang berjalan sekarang adalah justru untuk menangkap inisiatif masyarakat dan mewujudkannya.
Jika Pak Adhi berniat menulis artikel mengenai hal ini, maka hasil proposal yang diterima sedianya akan diumumkan pemenang (penerima grant dalam hal ini) tanggal 7 November 2009.
Salam,
Pemenang sayembara ini apakah pemrakarsa atau pemilik ide inovatif, atau pihak yang akan melaksanakan proyek yang diusulkan dalam proposal, atau kelompok/masyarakat yang dikenai proyek? Award apa yang akan diterima pemenang sayembara? Menurut pengertian saya anggaran yang diusulkan adalah biaya untuk mewujudkan ide, bukan hadiah.
Terima kasih
Pemenang sayembara ini adalah yang mengajukan proposal. Pemenang itupun mendapat hadiah untuk (wajib) mewujudkan proposalnya dengan bantuang anggaran dari Departemen Pekerjaan Umum.