Lanjut ke konten

Proposal Terpilih

Oktober 29, 2010

PENGUMUMAN PROPOSAL TERPILIH

SAYEMBARA PRAKARSA MASYRAKAT DALAM PENATAAN RUANG UNTUK KOTA LESTARI TAHUN 2010

Dewan Juri Sayembara Prakarsa Masyarakat dalam Penataan Ruang untuk Kota Lestari tahun 2010 yang terdiri dari:

1.    Nana Firman (Pokja Kota Lestari)

2.    Wardah Hafidz (Urban Poor Consortium)

3.    Suryono Herlambang (Universitas Tarumanegara)

4.    M. Bijaksana Junerosano (Greeneration Indonesia, Pemrakarsa Terpilih Sayembara Prakarsa Masyarakat dalam Penataan Ruang untuk Kota Lestari tahun 2009)

5.    Doni J. Widiantono (Direktorat Jenderal Penataan Ruang)

memutuskan proposal terpilih untuk difasilitasi pelaksanaannya oleh Direktorat Jenderal Penataan Ruang pada Tahun Anggaran 2011, sebagai berikut:

No Pemarkarsa Judul Proposal Lokasi
1. Muhamad Aziz Firdaus Optimalisasi Lahan Fasilitas Umum Sebagai Tempat untuk Meningkatkan Kualitas Kehidupan Bermasyarakat  di Bukit Kayu Manis RW 12 Kelurahan Kayu Manis Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor Kota Bogor, Jawa Barat
2. Akhmad Setiobudi, Ir. MT dan kawan-kawan Pengembangan Pertanian Kota (Urban Farming) untuk Menunjang Ruang Terbuka Hijau dan Peningkatan Ketahanan Pangan 

Di Lingkungan Permukiman Bumi Asri Padasuka Bandung

Kota Bandung, Jawa Barat
3. Komunitas Hijau Pondok Indah Peran Serta Masyarakat dalam Kepedulian dan Pemanfaatan Ruang Terbuka di Pondok Indah Jakarta Selatan, DKI Jakarta
4. Hari Nugroho, ST dan Komunitas Cinta Kampung (KONTAK) Binatur Riverwalk Konsep Penataan Lingkungan Permukiman Tepi Sungai sebagai Destinasi Wisata Publik untuk Menumbuhkan Ekonomi Lokal Warga Melalui Upaya Pelestarian Lingkungan di Kelurahan Podosugih, Kota Pekalongan Pekalongan, Jawa Tengah
5. Dedi Irawan, S.Pd dan kawan-kawan Mendorong Tata Ruang Kelola yang Sensitif Terhadap Kepentingan Nelayan Tradisional dalam Mengurangi Konflik Ruang di Teluk Palu Palu, Sulawesi Tengah
6. M. Yusuf Siregar dan kawan-kawan Pendampingan Penyusunan Program Pembangunan Berbasis Prioritas (Membangun Komunikasi Positif antara Masyarakat, Pemerintah, danStakeholder) Pulau Pramuka, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
7. Invani Lela Herlina dan kawan-kawan Aku Bangga Jadi Anak Kampung Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta
8. BKM Sumber Makmur – Sonorejo, Kabupaten Sukoharjo Penataan Kalimati Sebagai Kawasan Wisata Air Terpadu Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
9. Muh. Mu’min F, S.Si dan kawan-kawan Penataan dan Pelestarian Kawasan Benteng Keraton Buton Sebagai Lingkungan Permukiman Tradisional yang Asri Pulau Buton, Sulawesi Tenggara

Panitia penyelenggara akan menghubungi permrakarsa proposal terpilih untuk tindak lanjut fasilitasi pelaksanaan kegiatan proposal terpilih.  Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Panitia Sayembara Prakarsa Masyarakat dalam Penataan Ruang untuk Kota Lestari 2010 di 021 722-6577 up Tessie/Hetty.

 

Iklan

Sayembara Prakarsa Kota Lestari Tahun 2010 DIBUKA LAGI!

September 8, 2010

Tata ruang sebagai instrumen spasial dalam pembangunan kota, merupakan alat yang tepat untuk mengkoordinasikan pembangunan perkotaan secara berkelanjutan untuk mewujudkan kota lestari. Mengembangkan kota lestari sendiri berarti pemba-ngunan manusia kota yang berinisiatif dan bekerja sama dalam melakukan perubahan dan gerakan bersama. Sementara dalam kehidupan masyarakat, telah muncul dan tumbuh prakarsa maupun gagasan dalam berbagai bidang termasuk penataan ruang, yang memerlukan dorongan dan penemanan untuk lepas landas.

Kota Lestari adalah kota yang dibangun dengan menjaga dan memupuk aset-aset kota-wilayah, dan memperhatikan unsur sebagai berikut:

1. Aset manusia dan warga yang terorganisasi

2. Lingkungan terbangun

3. Keunikan dan kehidupan budaya

4. Kreatifitas dan Intelektual

5. Karunia sumber daya alam

6. Lingkungan dan Kualitas Sarana Perkotaan

7. Mampu melakukan adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim

Tujuan Sayembara

1. Mendorong Insiatif dan Prakarsa Masyarakat Perkotaan

2. Mengembangan berbagai konsep perwujudan Kota Lestari

3. Mengembangkan jaringan kerja sama kreatif antara Departemen Pekerjaan Umum (Ditjen Penataan Ruang) dengan stakeholder perkotaan

4. Menciptakan mekanisme dan reformasi birokrasi dalam pelaksanaan kegiatan penataan ruang yang mengakomodasi inisiatif masyarakat secara kesinambungan

5. Menciptakan dan mensosialisasikan pemahaman dan kepedulian masyarakat perkotaan tentang penataan ruang

6. Membangun forum pembelajaran tentang perwujudan kota lestari bagi masyarakat dan pemerintah

7. Merintis jalur dialog antara masyarakat perkotaan dan pemangku kepentingan

8. Memperoleh solusi baru dan alternatif dalam memecahkan masalah tata ruang

Ruang Lingkup Sayembara

1. Merupakan kegiatan penyelenggaraan penataan ruang: pembinaan, perencanaan tata ruang & pemanfaatan ruang berdasarkan aset kota lestari & pengendaliannya.

2. Memperhatikan unsur-unsur aset kota lestari

3. Memperhatikan kondisi lingkungan & lokasi pelaksanaan usulan peserta termasuk kondisi infrastruktur

4. Bagian dari upaya penanggulangan berbagai masalah terkait penataan ruang yang dihadapi masyarakat.

Persyaratan Administratif

Peserta

  • Individu atau kelompok
  • Warga Negara Indonesia (WNI), berusia antara 25 tahun sampai 55 tahun
  • Merupakan warga kota sesuai lokasi usulan kegiatan

Persyaratan Teknis

Ruang Lingkup Proposal

Sayembara ini berskala nasional, sebagai salah satu langkah untuk mendorong inisiatif dan prakarsa masyarakat dalam mewujudkan kota lestari di Indonesia. Pelaksanaan sayembara ini:

a.  Merupakan bagian dari penyelenggaraan penataan ruang (pembinaan, perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang), dalam rangka mendukung perwujudan kota lestari.

b. Memperhatikan unsur-unsur aset kota, yaitu, manusia, warga yang terorganisasikan, lingkungan terbangun dan kekhasan serta kehidupan budayanya, kreatifitas dan intelektual, karunia sumber daya alam, lingkungan dan kualitas prasarana perkotaan.

c.  Memperhatikan kondisi lingkungan dari lokasi pelaksanaan yang diusulkan, termasuk kondisi infrastruktur.

d. Merupakan bagian dari upaya penanggulangan berbagai masalah terkait penataan ruang yang dihadapi masyarakat.

e. Apabila kegiatan/program yang diusulkan membutuhkan lahan, maka peserta harus memastikan bahwa status dan peruntukan tidak bertentangan dengan peraturan perundangan, Rencana Tata Ruang, dan status kepemilikan di BPN.

f.  Kegiatan yang diusulkan tidak bertentangan dengan program pemerintah setempat.

g. Hasil sayembara tidak bertentangan dengan hukum dan peraturan perundangan yang berlaku.

Muatan Proposal

Proposal wajib mencantumkan penjelasan sebagai berikut:

–       Tujuan pengajuan proposal

–       Manfaat proposal bagi warga dan lingkungan

–       Rencana Kerja dan Strategi

–       Rencana Anggaran

–       Aktor Pelaksana Program

–       Produk akhir yang diharapkan

–       Keberlanjutan proposal paska pelaksanaan (pemeliharaan, dll)

  1. Proposal harus mencakup Ruang Lingkup Proposal diatas, dengan mengangkat kekhasan prakarsa lestari yang ada di wilayah tersebut yang dapat menjadi nilai tambah.
  2. Pelaksanaan proposal harus dapat diwujudkan dalam rentang waktu minimal 4 bulan maksimal 10 bulan.
  3. Rencana anggaran program yang diajukan berada dalam rentang biaya Rp. 50 juta sampai dengan maksimal Rp. 200 juta, dengan rincian pengeluaran sesuai ketentuan pengeluaran pemerintah.

Format Proposal

    • Ditulis maksimal 10 (sepuluh) halaman (apabilah proposal melebihi batas maksimal untuk jumlah halaman, maka proposal otomatis dianggap gugur), termasuk RAB singkat (RAB rinci akan diminta jika proposal disetujui) menggunakan program Microsoft Word, huruf Arial ukuran 11 point, spasi 1,5 (satu koma lima).
    • Dapat disertai ilustrasi berwarna, dapat berupa foto/karikatur/peta/grafik/skema atau ilustrasi sejenis, minimal 1 (satu) buah

    Mekanisme Penjurian

      • Sebelum penjurian, Panitia Sayembara akan memeriksa kelengkapan persyaratan dan administrasi peserta.
      • Bagi yang tidak lengkap persyaratan dan administrasinya tidak akan diikutsertakan dalam penjurian.

      Jadwal

      Pengumuman Sayembara

      Pengumuman pelaksanaan sayembara akan disampaikan oleh Panitia Sayembara melalui surat kabar nasional, papan pengumuman tempel dan internet melalui website www.penataanruang.net pada tgl 6 September – 20 Oktober 2010.

      Pengiriman Proposal Kegiatan

      • Proposal dapat dikirim selama masa pengumuman yaitu mulai tanggal 6 September – 20 Oktober 2010.
      • Proposal dikirimkan ke panitia “Sayembara Prakarsa Masyarakat Dalam Penataan Ruang Untuk Kota Lestari” di alamat email sayembarakotalestari@gmail.com.
      • Proposal hanya diterima dalam bentuk softcopy dan tidak dapat dikirimkan melalui pos atau diantarkan langsung kepada Panitia.

      Pengumuman Pemenang

      Para pemenang sayembara ini akan diumumkan tanggal 1 November 2010 melalui:

      • Papan Pengumuman Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaaan Umum.
      • Website www.penataanruang.net
      • Disampaikan secara langsung kepada peserta sayembara melalui telepon.

      Keterangan Diskualifikasi

      Proposal sayembara dapat dinyatakan tidak memenuhi syarat dan didiskualifikasi apabila mengandung salah satu butir berikut ini:

      • Pemasukan proposal kegiatan dilakukan melewati waktu dan tanggal yang telah ditetapkan
      • Dewan Juri menganggap proposal kegiatan yang diterima secara prinsip atau substansial tidak memenuhi persyaratan yang diminta
      • Jika proposal terpilih bertentangan dengan peraturan perundangan yang berlaku dan program pemerintah setempat

      Tindak Lanjut Proposal Terpilih

      • Bagi proposal terpilih akan difasilitasi pelaksanaannya pada tahun 2011 melalui mekanisme pembiayaan kegiatan Ditjen Penataan Ruang, dengan tetap memperhatikan ketentuan penggunaan APBN
      • Perwakilan dari proposal terpilih wajib mengikuti workshop berkaitan dengan pengelolaan rancangan biaya berdasarkan standar keuangan negara.
      • Pelaksanaan pekerjaan masih memungkinkan perubahan/modifikasi dari hal-hal yang tercantum dalam proposal terpilih, disesuaikan dengan situasi dan hambatan pada saat pelaksanaan.
      • Perubahan/modifikasi akan dibahas dengan memperhatikan ketentuan pemanfaatan dana APBN

      Pengumuman Pemenang

      Desember 8, 2009

      PENGUMUMAN PEMENANG
      SAYEMBARA “PRAKARSA MASYARAKAT DALAM PENATAAN
      RUANG UNTUK KOTA LESTARI”

      Bersama ini Dewan Juri sayembara “Prakarsa Masyarakat dalam Penataan Ruang
      untuk Kota Lestari” telah memutuskan proposal yang dianggap memenuhi persyaratan
      dan memiliki kualifikasi untuk difasilitasi pelaksanannya oleh Direktorat Jenderal
      Penataan Ruang pada tahun anggaran 2010, sebagai berikut:

      1. Judul: Noto Tuladha Resik Ingkang Morokrembangan, Usulan
      Penataan Kawasan dengan Pendekatan Lokal oleh Gabungan
      Mahasiswa Peduli Rakyat
      Pemrakarsa : Barefoot Architect-ITS Surabaya, dan kawan-kawan
      Lokasi : Permukiman Kawasan Boezem Morokrembangan, Surabaya Utara

      2. Judul : Menciptakan Masyarakat Kampung Code Utara Berdaya
      dengan Optimasi Komunitas Warga
      Pemrakarsa : Bapak Ariyanto dan kawan-kawan
      Lokasi : Kampung Code Utara RT 01/RW 01 Kotabaru, Yogyakarta

      3. Judul : Penataan Bantaran Sungai Berbasis Masyarakat (Pbs-Bermas)
      Pemrakarsa : Tim dari Prodi Arsitektur Universitas Teknologi Yogyakarta yaitu
      Endy Marlina ST, MT, dan kawan-kawan
      Lokasi : Kelurahan Cokrodingratan dan Kelurahan Terban, Kecamatan Jetis

      4. Judul : Pengelolaan dan Pembinaan Kebun Bibit Pohon Oleh Siswa
      Sekolah Dasar di Kota Bengkulu dalam Rangka Penghijauan
      Kawasan Non Hutan di Kota Bengkulu
      Pemrakarsa : Bowo Tamtulistio, SP, dan kawan-kawan
      Lokasi : Kota Bengkulu

      5. Judul: Memperkuat Pendekatan Partisipatif Dalam Penataan dan
      Pengelolaan Kanal “Sungai Jawi” Kota Pontianak
      Pemrakarsa : Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Kalimantan Barat
      Lokasi : Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat

      6. Judul: Kolaborasi Antar Partisipan Forum Hijau Bandung menuju
      Kota Lestari
      (Penerapan 3 Program Kolaborasi: Peta Hijau Persampahan,
      Eco-Hotel Rating, dan Masuk RT)
      Pemrakarsa : Irmansjah Madewa (Penasehat Forum Hijau Bandung) dan kawankawan
      Lokasi : Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat

      Untuk tindak lanjut fasilitasi pelaksanaan proposal, para pemenang tersebut di atas
      akan dihubungi oleh Panitia.

      Hasil Penjurian

      November 29, 2009

      Tanggal 26 November 2009 telah dilakukan penjurian atas proposal yang telah masuk dan telah mencapai kata sepakat dan mufakat.

      Kami pihak Pokja Prakarsa Masyarakat untuk Kota Lestari berbahagia dan bersemangat atas keberagaman proposal yang masuk serta berdatangan dari seluruh wilayah Indonesia.

      Namun, karena terhalang liburan dan masalah administrasi dan surat menyurat, maka pengumuman akan ditunda. Pengumuman akan dilakukan melalui situs ini dan situs http://www.penataanruang.net dan media cetak terpilih.
      Hasil akan diumumkan minimal sebelum tanggal 2 Desember 2009.

      Terima kasih atas keikutsertaan dan partisipasi anda dalam sayembara perdana ini. Mari bersama-sama mewujudkan kota lestari.

      Tata Cara dan Persyaratan Sayembara

      September 16, 2009
      TATA CARA DAN PERSYARATAN
      Sayembara terbuka untuk umum: Warga Negara Indonesia, baik individu atau kelompok, dan merupakan warga kota sesuai dengan lokasi usulan kegiatan.
      Ketentuan Proposal Sayembara
      1. Proposal wajib mencantumkan penjelasan sebagai berikut:
      – Tujuan Pengajuan Proposal
      – Manfaat proposal bagi warga dan lingkungan
      – Rencana Kerja dan Strategi
      – Rencana Anggaran
      – Aktor Pelaksana Program
      – Produk Akhir yang diharapkan
      – Keberlanjutan proposal paska pelaksanaan (tahap pemeliharaan)
      2. Proposal juga harus mengangkat kekhasan prakarsa lestari yang ada di wilayah
      tersebut yang dapat menjadi nilai tambah.
      3. Proposal harus mencakup dan mengakomodir kegiatan prakarsa masyarakat lokal
      4. Pelaksanaan proposal harus dapat diwujudkan dalam minimal 6 bln – maksimal 1th
      5. Rencana anggaran program usulan berada dalam rentang biaya Rp 50-200 juta
      rupiah dengan rincian pengeluaran sesuai ketentuan pengeluaran pemerintah
      JURI
      1. Marco Kusumawijaya (urbanis dan arsitek)
      2. Yuyun Ismawati (peraih Goldman Prize 2009: penghargaan internasional
      terhadap upaya penyelamatan dan pelestarian lingkungan hidup)
      3. Imam Soedrajat (Direktur Penataan Ruang Nasional, Departemen Pekerjaan
      Umum)
      Tata Cara Penyusunan Proposal
      1. Ditulis maksimal 30 (tiga puluh) halaman, dengan huruf Arial-Narrow ukuran 12
      point, spasi 1.5 (satu koma lima) dengan format PDF atau Word.
      2. Dapat disertai ilustrasi (foto, karikatur, peta, grafik, skema, denah) minimal 1 buah
      3. Proposal dikirimkan ke email: sayembarakotalestari@gmail.com
      4. Mengunduh dan mengisi formulir pendaftaran di situs http://www.penataanruang.net
      dan prakarsakotalestari.wordpress.com
      Tanggal Penting
      1. Waktu Penyelanggara sayembara: 16 September – 6 November 2009
      2. Batas Waktu Pengiriman Proposal: 6 November 2009 (cap pos)
      2. Pengumuman Hasil Sayembara: 7 November 2009 di situs
      http://www.penataanruang.net dan prakarsakotalestari.wordpress.com
      Informasi Sayembara
      Kontak : Telepon 021 – 7226577, Fax : 021 – 7226577
      Dian (081xxxxxxxxx) dan Dhika (081xxxxxxx)
      Alamat surat : Subdit Kerjasama Lintas Sektor
      Direktorat Penataan Ruang Nasional
      Gedung G II Lt. 2 Jl. Pattimura No. 20
      Kebayoran Baru, Jakarta Selatan  12110
      Email : sayembarakotalestari@gmail.com
      prakarsakotalestari.wordpress.com

      TATA CARA DAN PERSYARATAN

      Sayembara terbuka untuk umum: Warga Negara Indonesia, baik individu atau kelompok, dan merupakan warga kota sesuai dengan lokasi usulan kegiatan.

      Ketentuan Proposal Sayembara

      1. Proposal wajib mencantumkan penjelasan sebagai berikut:

      – Tujuan Pengajuan Proposal

      – Manfaat proposal bagi warga dan lingkungan

      – Rencana Kerja dan Strategi

      – Rencana Anggaran

      – Aktor Pelaksana Program

      – Produk Akhir yang diharapkan

      – Keberlanjutan proposal paska pelaksanaan (tahap pemeliharaan)

      2. Proposal juga harus mengangkat kekhasan prakarsa lestari yang ada di wilayah tersebut yang dapat menjadi nilai tambah.

      3. Proposal harus mencakup dan mengakomodir kegiatan prakarsa masyarakat lokal

      4. Pelaksanaan proposal harus dapat diwujudkan dalam minimal 6 bln – maksimal 1th

      5. Rencana anggaran program usulan berada dalam rentang biaya Rp 50-200 juta rupiah dengan rincian pengeluaran sesuai ketentuan pengeluaran pemerintah

      JURI

      1. Marco Kusumawijaya (urbanis dan arsitek)

      2. Yuyun Ismawati (peraih Goldman Prize 2009: penghargaan internasional terhadap upaya penyelamatan dan pelestarian lingkungan hidup)

      3. Ruchyat Deni (Direktorat Jenderal Penataan Ruang, Departemen Pekerjaan Umum)

      Tata Cara Penyusunan Proposal

      1. Ditulis maksimal 30 (tiga puluh) halaman, dengan huruf Arial-Narrow ukuran 12 point, spasi 1.5 (satu koma lima) dengan format PDF atau Word.

      2. Dapat disertai ilustrasi (foto, karikatur, peta, grafik, skema, denah) minimal 1 buah

      3. Proposal dikirimkan ke email: sayembarakotalestari@gmail.com

      4. Mengunduh dan mengisi formulir pendaftaran di situs http://www.penataanruang.net dan prakarsakotalestari.wordpress.com

      Tanggal Penting

      1. Waktu Penyelanggara sayembara: 16 September – 6 November 2009

      2. Batas Waktu Pengiriman Proposal: 6 November 2009

      2. Pengumuman Hasil Sayembara: 7 November 2009 di situs www.penataanruang.net dan prakarsakotalestari.wordpress.com

      Informasi Sayembara

      Kontak :

      Dian (08562881965) dan Dhika (0818962182)

      Alamat surat :

      Seknas Habitat

      Jl. Wijaya I no.68, Jakarta 12170

      Email : sayembarakotalestari@gmail.com

      Situs : www.penataanruang.net dan prakarsakotalestari.wordpress.com

      Penataan Ruang dan Kota Lestari

      September 16, 2009
      LATAR BELAKANG
      Tata ruang sebagai instrumen spasial dalam pembangunan kota, merupakan alat yang tepat untuk mengkoordinasikan pembangunan perkotaan secara berkelanjutan untuk mewujudkan kota lestari. Mengembangkan kota lestari sendiri berarti pemba-ngunan manusia kota yang berinisiatif dan bekerja sama dalam melakukan perubahan dan gerakan bersama. Sementara dalam kehidupan masyarakat, telah muncul dan tumbuh prakarsa maupun gagasan dalam berbagai bidang termasuk penataan ruang, yang memerlukan dorongan dan penemanan untuk lepas landas.
      Kota Lestari adalah kota yang dibangun dengan menjaga dan memupuk aset-aset kota-wilayah, dan memperhatikan unsur sebagai berikut:
      1. Aset manusia dan warga yang terorganisasi
      2. Lingkungan terbangun
      3. Keunikan dan kehidupan budaya
      4. Kreatifitas dan Intelektual
      5. Karunia sumber daya alam
      6. Lingkungan dan Kualitas Sarana Perkotaan
      7. Mampu melakukan adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim
      Tujuan Sayembara
      1. Mendorong Insiatif dan Prakarsa Masyarakat Perkotaan
      2. Mengembangan berbagai konsep perwujudan Kota Lestari
      3. Mengembangkan jaringan kerja sama kreatif antara Departemen Pekerjaan
      Umum (Ditjen Penataan Ruang) dengan stakeholder perkotaan
      4. Menciptakan mekanisme dan reformasi birokrasi dalam pelaksanaan kegiatan
      penataan ruang yang mengakomodasi inisiatif masyarakat secara kesinambungan
      5. Menciptakan dan mensosialisasikan pemahaman dan kepedulian masyarakat
      perkotaan tentang penataan ruang
      6. Membangun forum pembelajaran tentang perwujudan kota lestari bagi masyarakat
      dan pemerintah
      7. Merintis jalur dialog antara masyarakat perkotaan dan pemangku kepentingan
      8. Memperoleh solusi baru dan alternatif dalam memecahkan masalah tata ruang
      Ruang Lingkup Sayembara
      1. Merupakan kegiatan penyelenggaraan penataan ruang: pembinaan, perencanaan
      tata ruang & pemanfaatan ruang berdasarkan aset kota lestari & pengendaliannya.
      2. Memperhatikan unsur-unsur aset kota lestari
      3. Memperhatikan kondisi lingkungan & lokasi pelaksanaan usulan peserta termasuk
      kondisi infrastruktur
      4. Bagian dari upaya penanggulangan berbagai masalah terkait penataan ruang
      yang dihadapi masyarakat.

      Tata ruang sebagai instrumen spasial dalam pembangunan kota, merupakan alat yang tepat untuk mengkoordinasikan pembangunan perkotaan secara berkelanjutan untuk mewujudkan kota lestari. Mengembangkan kota lestari sendiri berarti pemba-ngunan manusia kota yang berinisiatif dan bekerja sama dalam melakukan perubahan dan gerakan bersama. Sementara dalam kehidupan masyarakat, telah muncul dan tumbuh prakarsa maupun gagasan dalam berbagai bidang termasuk penataan ruang, yang memerlukan dorongan dan penemanan untuk lepas landas.

      Kota Lestari adalah kota yang dibangun dengan menjaga dan memupuk aset-aset kota-wilayah, dan memperhatikan unsur sebagai berikut:

      1. Aset manusia dan warga yang terorganisasi

      2. Lingkungan terbangun

      3. Keunikan dan kehidupan budaya

      4. Kreatifitas dan Intelektual

      5. Karunia sumber daya alam

      6. Lingkungan dan Kualitas Sarana Perkotaan

      7. Mampu melakukan adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim

      Tujuan Sayembara

      1. Mendorong Insiatif dan Prakarsa Masyarakat Perkotaan

      2. Mengembangan berbagai konsep perwujudan Kota Lestari

      3. Mengembangkan jaringan kerja sama kreatif antara Departemen Pekerjaan Umum (Ditjen Penataan Ruang) dengan stakeholder perkotaan

      4. Menciptakan mekanisme dan reformasi birokrasi dalam pelaksanaan kegiatan penataan ruang yang mengakomodasi inisiatif masyarakat secara kesinambungan

      5. Menciptakan dan mensosialisasikan pemahaman dan kepedulian masyarakat perkotaan tentang penataan ruang

      6. Membangun forum pembelajaran tentang perwujudan kota lestari bagi masyarakat dan pemerintah

      7. Merintis jalur dialog antara masyarakat perkotaan dan pemangku kepentingan

      8. Memperoleh solusi baru dan alternatif dalam memecahkan masalah tata ruang

      Ruang Lingkup Sayembara

      1. Merupakan kegiatan penyelenggaraan penataan ruang: pembinaan, perencanaan tata ruang & pemanfaatan ruang berdasarkan aset kota lestari & pengendaliannya.

      2. Memperhatikan unsur-unsur aset kota lestari

      3. Memperhatikan kondisi lingkungan & lokasi pelaksanaan usulan peserta termasuk kondisi infrastruktur

      4. Bagian dari upaya penanggulangan berbagai masalah terkait penataan ruang yang dihadapi masyarakat.

      Sayembara Prakasa Masyarakat untuk Kota Lestari

      September 9, 2009

      POSTER-a2_REVISED