Lanjut ke konten

Penataan Ruang dan Kota Lestari

September 16, 2009
LATAR BELAKANG
Tata ruang sebagai instrumen spasial dalam pembangunan kota, merupakan alat yang tepat untuk mengkoordinasikan pembangunan perkotaan secara berkelanjutan untuk mewujudkan kota lestari. Mengembangkan kota lestari sendiri berarti pemba-ngunan manusia kota yang berinisiatif dan bekerja sama dalam melakukan perubahan dan gerakan bersama. Sementara dalam kehidupan masyarakat, telah muncul dan tumbuh prakarsa maupun gagasan dalam berbagai bidang termasuk penataan ruang, yang memerlukan dorongan dan penemanan untuk lepas landas.
Kota Lestari adalah kota yang dibangun dengan menjaga dan memupuk aset-aset kota-wilayah, dan memperhatikan unsur sebagai berikut:
1. Aset manusia dan warga yang terorganisasi
2. Lingkungan terbangun
3. Keunikan dan kehidupan budaya
4. Kreatifitas dan Intelektual
5. Karunia sumber daya alam
6. Lingkungan dan Kualitas Sarana Perkotaan
7. Mampu melakukan adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim
Tujuan Sayembara
1. Mendorong Insiatif dan Prakarsa Masyarakat Perkotaan
2. Mengembangan berbagai konsep perwujudan Kota Lestari
3. Mengembangkan jaringan kerja sama kreatif antara Departemen Pekerjaan
Umum (Ditjen Penataan Ruang) dengan stakeholder perkotaan
4. Menciptakan mekanisme dan reformasi birokrasi dalam pelaksanaan kegiatan
penataan ruang yang mengakomodasi inisiatif masyarakat secara kesinambungan
5. Menciptakan dan mensosialisasikan pemahaman dan kepedulian masyarakat
perkotaan tentang penataan ruang
6. Membangun forum pembelajaran tentang perwujudan kota lestari bagi masyarakat
dan pemerintah
7. Merintis jalur dialog antara masyarakat perkotaan dan pemangku kepentingan
8. Memperoleh solusi baru dan alternatif dalam memecahkan masalah tata ruang
Ruang Lingkup Sayembara
1. Merupakan kegiatan penyelenggaraan penataan ruang: pembinaan, perencanaan
tata ruang & pemanfaatan ruang berdasarkan aset kota lestari & pengendaliannya.
2. Memperhatikan unsur-unsur aset kota lestari
3. Memperhatikan kondisi lingkungan & lokasi pelaksanaan usulan peserta termasuk
kondisi infrastruktur
4. Bagian dari upaya penanggulangan berbagai masalah terkait penataan ruang
yang dihadapi masyarakat.

Tata ruang sebagai instrumen spasial dalam pembangunan kota, merupakan alat yang tepat untuk mengkoordinasikan pembangunan perkotaan secara berkelanjutan untuk mewujudkan kota lestari. Mengembangkan kota lestari sendiri berarti pemba-ngunan manusia kota yang berinisiatif dan bekerja sama dalam melakukan perubahan dan gerakan bersama. Sementara dalam kehidupan masyarakat, telah muncul dan tumbuh prakarsa maupun gagasan dalam berbagai bidang termasuk penataan ruang, yang memerlukan dorongan dan penemanan untuk lepas landas.

Kota Lestari adalah kota yang dibangun dengan menjaga dan memupuk aset-aset kota-wilayah, dan memperhatikan unsur sebagai berikut:

1. Aset manusia dan warga yang terorganisasi

2. Lingkungan terbangun

3. Keunikan dan kehidupan budaya

4. Kreatifitas dan Intelektual

5. Karunia sumber daya alam

6. Lingkungan dan Kualitas Sarana Perkotaan

7. Mampu melakukan adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim

Tujuan Sayembara

1. Mendorong Insiatif dan Prakarsa Masyarakat Perkotaan

2. Mengembangan berbagai konsep perwujudan Kota Lestari

3. Mengembangkan jaringan kerja sama kreatif antara Departemen Pekerjaan Umum (Ditjen Penataan Ruang) dengan stakeholder perkotaan

4. Menciptakan mekanisme dan reformasi birokrasi dalam pelaksanaan kegiatan penataan ruang yang mengakomodasi inisiatif masyarakat secara kesinambungan

5. Menciptakan dan mensosialisasikan pemahaman dan kepedulian masyarakat perkotaan tentang penataan ruang

6. Membangun forum pembelajaran tentang perwujudan kota lestari bagi masyarakat dan pemerintah

7. Merintis jalur dialog antara masyarakat perkotaan dan pemangku kepentingan

8. Memperoleh solusi baru dan alternatif dalam memecahkan masalah tata ruang

Ruang Lingkup Sayembara

1. Merupakan kegiatan penyelenggaraan penataan ruang: pembinaan, perencanaan tata ruang & pemanfaatan ruang berdasarkan aset kota lestari & pengendaliannya.

2. Memperhatikan unsur-unsur aset kota lestari

3. Memperhatikan kondisi lingkungan & lokasi pelaksanaan usulan peserta termasuk kondisi infrastruktur

4. Bagian dari upaya penanggulangan berbagai masalah terkait penataan ruang yang dihadapi masyarakat.

Iklan
11 Komentar leave one →
  1. September 27, 2009 1:49 pm

    Bagus sekali ide sayembara ini, tetapi mungkin perlu dibatasi seberapa besar tingkatan kota yang akan disayembarakan (kota kecil-sedang-besar-ect.) ? Sebagai masukan, sepertinya perlu mengangkat isu-isu seperti: – bagaimana sistem kelembagaan dalam mengelola suatu kota yang baik ? – bagaimana dengan penyiapan SDM untuk kelembagaannya ? – bagaimana kaitan kota sebagai lingkungan hunian dari sisi sosial-ekonomi-budaya ? Terima kasih.

  2. Elisa permalink
    September 27, 2009 3:14 pm

    Saat ini tidak dibatasi untuk tingkatan kota apapun. Kami menerima proposal dari segala bentuk partisipasi masyarakat dalam penataan ruang demi menuju kota lestari.
    Sudah ada beberapa batasan dalam proposal, misalnya penataan ruang, kota lestari, budget, waktu yang dibutuhkan serta harus ada partisipasi.

    Jika isu-isu yang bapak ajukan cocok dengan batasan-batasan yang kami ajukan, kami sangat senang untuk menerima proposal bapak. Terima kasih.

  3. tigadutacipta permalink
    September 28, 2009 2:06 am

    Mohon informasi:
    1. tentang competition time-frame, kapan dimulai dan kapan batas akhir pengajuan proposalnya,
    2. apakah lokasi hanya untuk di jakarta saja atau dapat mengusulkan lokasi diluar Jakarta?

    terima kasih,

  4. budi fathony permalink
    Oktober 15, 2009 4:20 am

    Perkembangan kota Malang khususnya yang telah berdiri sejak masa lalu merupakan suatu asset yang dimiliki suatu kota yang memiliki ciri khas tertentu, yang dalam perjalanan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan yang terjadi adalah dampak dari kemajuan jaman yang menuntut pemenuhan kebutuhan seperti lahan, fasilitas dan elemen pendukung lainnya.

    Demikian juga umumnya kawasan Malang Raya yang masih menyimpan potensi lokal yang luar biasa untuk digali menjadi kekuatan ekonomi lokal.
    Mengamati dan mempelajari perkembangan kota Malang yang begitu cepat karena permasalahan kebutuhan kota, banyak bangunan yang menjadi ciri khas kota sudah dipugar dan menjadi beralih fungsi komersial, sedangkan beberapa kawasan dan gedung lama yang konon dianggap perlu dilestarikan ternyata tidaklah begitu kuat dipertahankan karena Peraturan Daerah No.5 tahun 2005 tentang Pelestarian Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya belum disadari bersama untuk dipatuhi, karena dinilai macan kertas saja.

    Pertanyaan sekarang, dapatkah bangunan lama tetap bertahan dan banggakah dengan munculnya bangunan yang serba moderen?, karena tuntutan yang tidak jelas?, memang tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan tersebut akan menghasilkan dampak pada kawasan kota, terutama kawasan-kawasan kuno sehingga beberapa diantaranya mengalami pergeseran dan penggusuran?.
    Kekhawatiran yang sedang dialami bangunan lama ini berarti juga mengancam terhadap hilangnya karakter suatu kota dan maupun daerah. Karena karakter dan nilai suatu kota yang pernah ada perlu dipertahankan dengan baik agar tidak terdesak oleh perkembangan kebutuhan kota yang tidak mempunyai identitas.

    Ketika karya arsitektur tengah mendapat perhatian masyarakat, maka saat itulah peran arsitek ditantang lebih teliti dan serius dalam melangkah untuk mewujudkan hasil akhir disainnya. Pertumbuhan arsitektur tidak dapat disamakan dengan kehidupan manusia dari mulai lahir hingga meninggal dan tidak begitu saja melahirkan suatu ide tertentu walaupun karya itu spektakular.

    Bidang arsitektur sendiri menyangkut berbagai macam aspek kehidupan manusia, tetapi lebih marupakan suatu proses dalam jangka waktu tertentu untuk menghasilakan suatu ide-ide yang terbaik. Selama kehidupan manusia masih berlangsung, maka arsitektur-pun selalu ada dalam proses perkembangannya.

    Bagaimanapun proses tersebut tidak sekedar membalikkan telapak tangan, atau hasil dari mimpi di siang bolong namun perlu mempelajari perkembangan arsitektur yang pernah ada sebelumnya. Beberapa pengaruh yang mendasari proses tersebut diantaranya faktor sejarah, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologinya.

    Munculnya aliran-aliran baru arsitektur di Malang Raya saat ini menjadi fenomena yang perlu dicermati dan perlu kajian yang lebih teliti, mengapa demikian?, karena sejalan dengan pertumbuhan akan kebutuhan dasar manusia yang seiring dengan pesatnya informasi dan komunikasi yang begitu dahsyatnya.

    Hampir saja sulit untuk membedakan mana karya arsitektur yang baik dan cocok pada suatu tempat apalagi harus dipaksakan oleh kepentingan dan kekuatan tertentu (duit dan kekuasaan), karena perkembangan arsitektur saat ini cenderung pada gaya yang tidak jelas masuk di aliran arsitektur-nya.

    Wabah virus ini telah terjadi di belahan bumi tercinta ini Indonesia sehingga lebih cenderung gaya populair alias berdasarkan pesanan sesaat yang tidak mempunyai jatidiri lingkungan geografis apalagi ciri Indonesia-wi-nya bahkan menjadi gado-gado serta semrawut akibat dari suatu pembangunan yang tidak terpikirkan secara terpadu.

    Perubahan-perubahan yang terjadi merupakan hasil dari tuntutan kebutuhan kota akan fasilitas-fasilitas penunjang kota, yang tidak mungkin untuk dihalangi. Selama penentuan fungsi yang akan menggantikan fungsi lama masih sesuai dengan tata guna kawasan kota menurut RTRW dan RDTRK tentunya masih bisa diterapkan.

    Sebetulnya arsitektur bertujuan untuk masyarakat, sehingga seringkali dinilai kurang kompromi dengan lingkungannya, sebab karya yang cocok tentunya bukan monopoli arsitek dan pemberi tugas saja, penjabaran dan perwujudan akan tata nilai ekonomis melibatkan semua pihak.

    Grand design, banyak diciptakan oleh para arsitek profesional untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tertentu, yang kadang-kadang kepentingan tersebut kurang memperhatikan aspek lingkungan, termasuk lingkungan sosial budayanya, sedangkan folk tradition, dibuat justru untuk mempertahankan aspek-aspek tradisional yang menjadi ciri khas kota dan lingkungan serta jatidiri masyarakatnya.

    Ide dan gagasan revitalisasi dimulai dengan minat dan perhatian yang besar terhadap monumen karya arsitektur kota Malang yang hampir hilang dan perlu dipertahankan bangunan seperti adanya. Sebagai salah satu alternatif pendekatan dalam proses perencanaan dan perancangan kota perlu dilakukan dengan metode preservasi dan konservasi. Manfaat yang diperoleh adalah pelestarian kawasan lama untuk pengalaman visual, memberikan tautan bermakna dengan masa lampau sehingga warisan budaya dan sejarah dapat dipertahankan.

    Langkah preservasi dan konservasi merupakan salah satu upaya generasi masa kini untuk dapat melindungi dan menyampaikan warisan berharga kepada generasi mendatang sekaligus membantu terpeliharanya arsitektur kota Malang, yang dapat menjadi catatan sejarah masa lampau dan melambangkan keabadian serta kesinambungan.

    Potensi yang dimiliki seluruh kemampuan elemen kota Malang khususnya diharapkan ikut serta berfikir dan peduli bersama secara jernih bagaimana Malang Raya menjadi kota tujuan, idaman dan kenangan.

    Tri Bina Cita Kota Malang secara tersirat dan tersurat diakui telah menjadi potensi, tetapi belum digarap secara serius untuk diwujudkan menjadi kekuatan lokal yang dirasakan masyarakat. Selalu menjadi tema-tema dan muncul sekedar ada event sesaat, akankah hal ini dapat dibuktikan?.

    Menciptakan kembali arsitektur kota, dan lingkungan dalam wujud gagasan “Malang Tempo Doeloe pada wujud Miniatur” yg di dalamnya ada 7 konsep tata ruang, kiranya tidak berlebihan karena upaya pelestarian sejarah pertumbuhan kota Malang dengan potensi lokal, sehingga konsep interdisiplin ilmu dapat menghasilkan karya terapan.

    Aku se-7 aja dg gagasan Penataan Ruang dan Kota Lestari tsb, tp apakah ide dan gagasanku pada ilustrasi fakta diatas sambung?, mmg selama ini aku kritisi di malang raya (kota malang, kota batu dan kab.malang) kota malang sbg kota kelahiranku. 3 kali periode jabatan kepala daerah tidak pernah punya visi dan misi yg jelas, karena dgn kota malang sebagai kota PENDUSTA kepanjangan dari PENdidikan, inDUStri dan pariwisaTA, tp benar2 PENDUSTA krn belum dan cenderung tdk perhatikan bgm tata ruang pendidikan bercampur industri (perdagangan, perotokoan skala besar dan kecil) tata ruang industri bercampur rumah tinggal dan wisata yg tercipta hanya wisata kuliner yg terang2 tdk pro lingkungan.

    mohon ada tanggapan dari penyelenggara sayembara

    trims

  5. Oktober 21, 2009 10:52 am

    Sayembara ini terbuka dengan segala gagasan yang berhubungan dengan penataan ruang, namun yang pastinya harap juga memperhatikan aspek2 kota lestari, dan juga partisipasi masyarakat. sila kirim proposal anda.

  6. Setiyawan permalink
    Oktober 25, 2009 3:12 am

    Bagus Sekali sayembara ini, dan saya salut sekali dengan diadakan sayembara ini, mudah-mudahan dapat mendorong dan merealisasikan inisiatif dan prakarsa serta rencana/ide-ide kretif & konstruktif dari masyarakat.

    Saya adalah salah satu warga yang berada di sedati (Juanda) Surabaya. Di lingkungan tempat tinggal kami, warga masyarakatnya telah melakukan kegiatan secara bersama bergotong-royong mulai dari membersihkan saluran/got, Pembuatan & pengecatan berm, pembuatan gorong-gorong/jembatan cor yang melintang di jalan kampung, penghijauan di tepi jalan & Tanggul Kali Juanda dengan pohon-pohong tiara payung, melinjo, Pisang, sengon, beringin, dll; pembangunan balai RT; pemavingan jalan kira-kira selebar 5m dengan panjang sekitar 100m,dll dimana semua kegiatan tersebut direncanakan, dibiayai dan dilaksanakan oleh warga (Semua Biayanya dari patungan warga dan sumbangan sukarela dari warga).

    Di kampung saya berbatasan langsung dengan sungai yang melintas dari arah barat mengalir ke arah timur Bandara Internasional Juanda Surabaya. Di dalam sungai tersebut penuh dengan enceng gondok liar. Dibagian samping kanan&kiri sungai belum terdapat plengsengan, di tanggul sungai tersebut dibeberapa tempat terdapat semak-semak dan sebagian lagi telah dihijaukan oleh warga masyakakat dengan beberapa pohon. Keadaan sungai yang demikian sangat menghawatirkan terutama pada musim hujan, karena debit air yang semakin banyak sehingga permukaan air sungai bisa diatas permukaan jalan & lantai rumah warga.
    Bahkan pada musim-musim hujan kemarin di bandara Internasional Juanda mengalami kebanjiran, sehingga air sampai masuk ke beberapa lantai bangunan(berita tersebut juga di muat di media televisi), entah karena volume air hujan yang melimpah atau kebetulan permukaan air laut naik, tetapi yang jelas menurut saya aliran sungai yang kurang lancar karena banyak tanaman enceng gondog & faktor pendangkalan memperparah kondisi ini. Di samping tanggul sungai juga ada Jalan ke arah Juanda baru & melewati Rumah Warga & STM Penerbangan (Potensi diperlebar).

    Saya & beberapa warga ada ide untuk melanjutkan penghijauan di tanggul sungai tersebut, pembersihan dari enceng gondok, pembuatan plengsengan dan melanjutkan pekerjaan pemavingan jalan di tepi sungai. Dengan tujuan aliran sungai yang menuju Bandara Internasinal Juanda Surabaya tersebut menjadi lancar, bersih, hijau, dan nyaman serta mencegah kemungkinan tanggul jebol/longsor dan banjir masuk ke lingkungan pemukiman warga.
    Apakah ide & program warga tersubut (Yang selama ini terbentur masalah Pendanaan) dapat memenuhi kriteria yang disayembarakan…?, Apabila memenuhi kriteria yang disayembarakan dan kemungkinan bisa menang, maka saya & warga akan segera menyusun proposal beserta foto & Rencana.

    Dan Apabila kalau tidak menang apa program (Proposal yang dibuat) akan ditindak lanjuti oleh dinas/instansi terkait.

    Mohon Penjelasanya segera, Terima Kasih

    Warga Sekitar Stren Kali Juanda

  7. Oktober 26, 2009 12:53 pm

    Saudara Setiyawan, sila kirim proposal komunitas anda kepada kami. Terima kasih.

  8. marenda permalink
    November 9, 2009 4:55 am

    kapan pengumumannnya bu?, ko belum ada

  9. November 19, 2009 9:56 am

    Marenda yb. Pengumuman ditunda sampai akhir November 2009 karena menyesuaikan jadwal juri yang sibuk. Mohon maaf ya. Akan ada kabar segera. Salam, Marco

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: